seorang guru sebut saja gory, sedang mendiskusikan sebuah pekerjaan muridnya dengan rekan guru yang dia percaya.
"pekerjaan si rahmat ini sempurna pak,,,, dia juga pintar dalam pelajaran yg lain. tak diragukan lagi dia anak yang paling pintar di sekolah ini..." kata pak Ali
Gory hanya diam namun dia menaruh curiga pada anak didiknya itu. gory selalu diam saat rahmat, siswa didiknya itu dipuji guru2 yang lain, namun bukan berarti dia tidak bergerak. diam-diam gory mengamati gerak-gerik anak didiknya itu tanpa di ketahui muridnya yang lain. dan di suatu ketika gory mendengar suara gaduh di tempat persembunyiannya untuk merokok, maklum saja di sekolah tempat gory mengajar, siapapun tak diperbolehkan untuk merokok.
"kau tahu apa konsekuensinya jika kau tidak menurut padaku?" kata rahmat yang sedang mengancam teman sekelasnya.
"i ..ii... iya aku tahu"
"kekeke anak baik nanti belajarlah dengan tekun,,, dan besok kau harus memberikan jawabannya kepadaku"
"ba....baik"
rahmat pun menyuruh pergi teman sekelasnya itu untuk menghindari kecurigaan para guru, namun itu sudah terlambat.
"fuhhhh rupanya begini ya caramu mendapatkan nilai-nilai itu? xixixi"
mendengar suara gory rahmat pun gemetar, tapi setelah melihat rokok yang menyala di sela jemari gory, rahmat pun menggertak
"kekeke,,,rupanya anda cukup bodoh ya pak,,, seharusnya anda mematikan dulu rokok itu sebelum berani menggertak saya, saya bisa melaporkan ini ke kepsek lo"
"ah soal ini,,, aku sengaja melakukannya tau"
"kalau begitu awas saja jika anda membocorkan ini saya akan membuat anda dipecat dari sekolah ini"
"xixixixi rupanya ada juga murid sepertimu,,, mungkin aku akan menyesal mengancammu, tapi jika ini akhir pekerjaanku, ini juga akan jadi akhir dari hidupmu sebagai bocah yang pintar xixixi"
setelah berkata demikian, gory pun membuang rokoknya dan pergi. namun rahmat masih bengong dan diam dan berkata dalam pikirannya
"apa maksud orang ini? hallah paling dia cuma menggertak, bagaimanapun aku akan melaporkannya kepada kepala sekolah"
"apa ini akan baik2 saja ? pak gory sudah mengetahuinya" kata sulton seorang budak setia gory.
" tak apa, dia masih belum tahu kalau keluargaku lah yang mendanai sekolah ini, jangankan dia yang seorang guru, kepala sekolah saja tidak bisa seenaknya terhadapku"
begitulah rahmat, seorang iblis cilik yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh apa yang dia inginkan. semua yang menjadi lawannya berakhir dengan menuruti apa yang dia perintah. namun kali ini dia tidak tahu kalau dia sedang menghadapi iblis yang sebenarnya.
"pekerjaan si rahmat ini sempurna pak,,,, dia juga pintar dalam pelajaran yg lain. tak diragukan lagi dia anak yang paling pintar di sekolah ini..." kata pak Ali
Gory hanya diam namun dia menaruh curiga pada anak didiknya itu. gory selalu diam saat rahmat, siswa didiknya itu dipuji guru2 yang lain, namun bukan berarti dia tidak bergerak. diam-diam gory mengamati gerak-gerik anak didiknya itu tanpa di ketahui muridnya yang lain. dan di suatu ketika gory mendengar suara gaduh di tempat persembunyiannya untuk merokok, maklum saja di sekolah tempat gory mengajar, siapapun tak diperbolehkan untuk merokok.
"kau tahu apa konsekuensinya jika kau tidak menurut padaku?" kata rahmat yang sedang mengancam teman sekelasnya.
"i ..ii... iya aku tahu"
"kekeke anak baik nanti belajarlah dengan tekun,,, dan besok kau harus memberikan jawabannya kepadaku"
"ba....baik"
rahmat pun menyuruh pergi teman sekelasnya itu untuk menghindari kecurigaan para guru, namun itu sudah terlambat.
"fuhhhh rupanya begini ya caramu mendapatkan nilai-nilai itu? xixixi"
mendengar suara gory rahmat pun gemetar, tapi setelah melihat rokok yang menyala di sela jemari gory, rahmat pun menggertak
"kekeke,,,rupanya anda cukup bodoh ya pak,,, seharusnya anda mematikan dulu rokok itu sebelum berani menggertak saya, saya bisa melaporkan ini ke kepsek lo"
"ah soal ini,,, aku sengaja melakukannya tau"
"kalau begitu awas saja jika anda membocorkan ini saya akan membuat anda dipecat dari sekolah ini"
"xixixixi rupanya ada juga murid sepertimu,,, mungkin aku akan menyesal mengancammu, tapi jika ini akhir pekerjaanku, ini juga akan jadi akhir dari hidupmu sebagai bocah yang pintar xixixi"
setelah berkata demikian, gory pun membuang rokoknya dan pergi. namun rahmat masih bengong dan diam dan berkata dalam pikirannya
"apa maksud orang ini? hallah paling dia cuma menggertak, bagaimanapun aku akan melaporkannya kepada kepala sekolah"
"apa ini akan baik2 saja ? pak gory sudah mengetahuinya" kata sulton seorang budak setia gory.
" tak apa, dia masih belum tahu kalau keluargaku lah yang mendanai sekolah ini, jangankan dia yang seorang guru, kepala sekolah saja tidak bisa seenaknya terhadapku"
begitulah rahmat, seorang iblis cilik yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh apa yang dia inginkan. semua yang menjadi lawannya berakhir dengan menuruti apa yang dia perintah. namun kali ini dia tidak tahu kalau dia sedang menghadapi iblis yang sebenarnya.
No comments:
Post a Comment