Thursday, 4 September 2014

REALITA VS DELUSI



Terus terang aku hanya melihat mereka yang ada di puncak karir dan kehidupannya,,,, dan saat itu ada 2 macam pecundang yang datang padaku bergiliran,,,
pecundang 1 "hallah sesukses apapun mereka,,, mereka masih punya kelemahan"
pecundang 2 (hanya diam)
,,,,aku pun diam sejenak,,, karena aku pun tidak tahu siapa 2 pecundang tadi,,,,
dan saat aku tanya teman sebelahku ,,Broto,,,dia menjawab "hanya kita yang duduk di sini, ada apa emang?"
"aku tadi melihat 2 orang datang padaku,,, yang satu bilang  hallah sesukses apapun mereka,,, mereka masih punya kelemahan… dan yang satu diam saja,,," jawabku
"kau mungkin bingung" kata Broto...
"ya jelas lah aku bingung orang aku tidak kenal"
"bukan begitu kampret,,, kau bingung dengan dirimu sendiri,,, "
"apa maksdmu ?" kataku
"pikiran negatif dan positifmu campur aduk menjadi satu, apa kau sedang memikirkan teman mu yang sangat sukses sekarang??? bisa dibilang rivalmu ?"
"iya memang,,,"
"mungkin krn itu kau berhalusinasi,,,2 orang yang kau lihat tadi mungkin saja dirimu sendiri,,,"
"tapi mereka bukan aku tau aku tak punya sif,,,,"
"mereka muncul dari alam bawah sadarmu dasar bodoh,,,melihat reaksimu tadi bisa ku pastikan kau tidak tahu siapa dirimu sebenarnya,,,"
aku hanya diam dan mencerna semua omongan Broto tadi,,, lalu beberapa detik kemudian hp ku berbunyi,,, dan ada telpon dari temanku,,,
"halo,,, sedang dimana kau???ayo kita ngopi,,, aku kan tau kau stress berat,,,kau kan galauers berrat hahahaha"

dan ternyata yang telfon tadi adalah Broto,,buat apa dia menelpon kalo dia sedang di rumahku?,,, lalu ku toleh teras samping rumahku,,, namun Broto masih ada di teras sedang meminum kopi buatanku. bagaimana bisa? aku yakin sekali yang di telfon itu adalah suara Broto, dan ku lihat terus Broto di teras rumahku,,,dia sedang menghisap rokoknya dan suara di Broto di telfon juga terdengar jelas di waktu yang bersamaan. dengan kaki yang gemetaran, aku melangkah menemui Broto di teras rumah,,,dan aku pun bilang "siapa kau?"
dia menjawab "apa itu aku yang telfon tadi?? ah bukan,,, apa itu Broto yang sebenarnya? xixixi" katanya tertawa tenang
"jangan belagak tahu segalanya kampret,,,, siapa kau sebenarnya?"
"kau masih saja mengelak,,,aku ini dirimu dasar bodoh,,,dari tadi kau disini sendirian,,"
"apa maksudmu? bukankah kau minum kopi buatanku dari tadi?"
"xixixi coba lihat cangkir-cangkir itu,,,hanya cangkir punyamu yang berkurang,,, sedang cangkir yang satunya masih penuh dan mulut cangkirnya pun masih bersih,,,aku yakin dengan otakmu itu kau masih bisa mengingat volume kopi yang kau minum dan yang ada di cangkir,,, lihatlah !"
"lalu bagaimana bisa kau,,,??"
"xixixixi mudah saja ,,,, semua yang kau lihat tadi adalah yang apa yang kau inginkan saat ini,,, dan mengenai aku yang meminum kopi itu,,,itu karena kau ingin ada teman ngobrol santai yang sama-sama suka kopi untuk saat ini,,,jadi kenapa kau tidak pergi ngopi saja dengan temanmu yang ada di telfon itu??"
sempat terpikir olehku untuk meninggalkan halusinasi berwujud Broto tadi dan pergi ke Broto yang asli …namun ,,,,
"xixixixi dasar bodoh,,,, mana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan emas untuk mengenal diriku ini? Kelihatannya kau lebih tahu aku daripada diriku sendiri xixixi,,, “
“xixixi tidak semudah yang kau kira bodoh,,, ingat aku ini adalah dirimu,,, dan kau juga tahu kan,,,kalau aku juga tidak mudah buka mulut,,,xixixixi”
“xixixixi seorang bajingan yang menarik kau ini”

aku pun melanjutkan acara ngopi dengan halusinasi ku tadi,,,,kebanyakan orang mungkin berpikir aku sudah tidak waras,,, dan kebanyakan temanku pasti menyarankan agar aku tidak terlelap kedalam khayalan. Ah biarlah,,, biar saja mereka bilang begitu, aku hanya melepas lelah sejenak setelah memakai begitu banyak jenis topeng di kehidupan nyata,,,dan hanya dengan menjadi gila, aku bisa melepas semua topeng kehidupan nyata dan hidup secara waras.

No comments:

Post a Comment