Di dalam dunia dimana manusia legal untuk diperdagangkan, memang wajar
mencambuk mereka para budak dikala bermalas2an. namun perbudakan selalu
menyimpan janin pemberontakan. budak yang kuat akan melarikan diri, dan
yang lemah akan mengatur nafas kehidupannya kemudian mati. di neraka
kediaman seorang bangsawan psikopat, telah banyak budak yang sekarat dan
akhirnya dibunuh dan banyak pula yang melarikan diri atas siksaan fisik
dan batin. lalu datang lagi seorang budak di kediaman itu. di mata
majikannya dia tak lebih dari seorang mangsa tak berdaya menunggu
kematian sebagai alat pemuas nafsu membunuh. kekerasan diwujudkan dari
hati yang paling kelam. budak itu di cambuk, dipukul, ditikam namun
budak itu tetap berdiri bagai zombie abadi yang menikam pikiran dengan
rasa takut yang mendalam, rasa takut terhadap perilaku defensif. melihat
budak itu, si majikan mengusap tengkuknya yang sedang merinding
ketakutan bercampur dengan rasa senang yang meluap dari insting membunuh
seorag psikopat. di saat itu pula dia beranggapan bahwa budak itu
memang pantas untuk dibunuh. namun si budak selalu saja bisa lari dari
kematiannya dan terus fokus terhadap pekerjaannya.namun insting membunuh
sang majikan semakin meluap, sesekali badannya gemetar menahan
persetubuhan ketakutan dan kesenangan.....
No comments:
Post a Comment