Monday, 28 April 2014

BANGSAWAN PSIKOPAT

      Di dalam dunia dimana manusia legal untuk diperdagangkan, memang wajar mencambuk mereka para budak dikala bermalas2an. namun perbudakan selalu menyimpan janin pemberontakan. budak yang kuat akan melarikan diri, dan yang lemah akan mengatur nafas kehidupannya kemudian mati. di neraka kediaman seorang bangsawan psikopat, telah banyak budak yang sekarat dan akhirnya dibunuh dan banyak pula yang melarikan diri atas siksaan fisik dan batin. lalu datang lagi seorang budak di kediaman itu. di mata majikannya dia tak lebih dari seorang mangsa tak berdaya menunggu kematian sebagai alat pemuas nafsu membunuh. kekerasan diwujudkan dari hati yang paling kelam. budak itu di cambuk, dipukul, ditikam namun budak itu tetap berdiri bagai zombie abadi yang menikam pikiran dengan rasa takut yang mendalam, rasa takut terhadap perilaku defensif. melihat budak itu, si majikan mengusap tengkuknya yang sedang merinding ketakutan bercampur dengan rasa senang yang meluap dari insting membunuh seorag psikopat. di saat itu pula dia beranggapan bahwa budak itu memang pantas untuk dibunuh. namun si budak selalu saja bisa lari dari kematiannya dan terus fokus terhadap pekerjaannya.namun insting membunuh sang majikan semakin meluap, sesekali badannya gemetar menahan persetubuhan ketakutan dan kesenangan.....

No comments:

Post a Comment